20 November 2017

The First Pictures of Two Myanmar Air Force Yak-130 Trainer Jets

20 November 2017


Yak-130 of the Myanmar Air Force (photo : Myanmar Defence Weapons)

The Facebook page Myanmar Defence Weapons posted the first photos of two Yak-130 training aircraft, obtained by the Myanmar Air Force from Russia.

The aircraft number are "1805" and "1806", which confirms the delivery of six Yak-130 vehicles to the Myanmar Air Force.

Earlier, on November 8, Deputy Director of the Federal Service for Military-Technical Cooperation of Russia, Mikhail Petukhov stated  "Russia has delivered six Yakovlev Yak-130 combat training aircraft to Myanmar under the 2015 contract and expects to supply an additional batch in 2018".



The contract on the delivery of Yak-130 combat trainers to Myanmar was signed in 2015. The first three planes were delivered in 2016 and the other three in 2017.

The Yak-130 is a new-generation two-seat combat trainer jet designed for the flight personnel’s combat training and its combat employment in simple and harsh weather conditions against air and ground targets.

By its characteristics, the aircraft is close to the parameters of modern fighter jets with a subsonic speed of flight, which makes it possible to use the plane to train pilots for 4+ and 5 generation warplanes. The Yak-130 is easy in terms of its basing and can land on unequipped sites.

(Russian Aviarion)

18 November 2017

TNI AU Uji Dinamis Radar Pasif di Lanud Sulaiman

18 November 2017

Pengujian radar pasif TNI AU (photo : TNI AU)

Uji Dinamis Radar Pasif Tahun 2017 di Lanud Sulaiman

TNI AU. Litbang Kemenhan melaksanakan uji dinamis radar pasif tahun 2017 yang dilaksanakan di gedung balai Prajurit Cendrawasih Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Jum’at (17/11).

DR.Joko Suryana dari LAPI ITB memaparkan tentang penelitian  dan Pengembangan Radar Pasif : Demo Dinamis yang mengatakan bahwa radar pasif adalah memampuan mendeteksi  dan mengidentifikasi objek di sekitar lingkungan yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik. 

“Radar pasif tidak memancarkan gelombang elektromagnetik  untuk melakukan fungsinya. Akan tetapi memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang ada disekitar atau yang dipancarkan oleh objek itu sendiri, “ Jelas DR. Joko Suryana.

Dijelaskan pula fungsi-fungsi yang ada di radar pasif antara lain adalah PCL ( (Pasive Coherent Location) yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengidentifikasi objek dengan memanfaatkan pantulan gelombang elektromagnetik yang ada di lingkungan sekitar. Selanjutnya adalah PET (Passive Emmiter Tracking) yang fungsinya untuk mendeteksi dan mengidentifikasi objek dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh objek itu sendiri. Sedangkan IFF/ADS-B berfungsi mendeteksi dan mengidentifikasi objek di udara dengan memanfaatkan transmisi/pertukaran informasi IFF/ADS-B.

“Komponen utama radar pasif terdiri dari antenna system, Mast and Traier, Digital Signal Processing (DSP), dan Display. Keuntungan radar pasif adalah tidak perlu memancarkan sinyal sendiri (silent) untuk mendeteksi target. Selain itu, biaya lebih murah karena tidak memerlukan transmitter,” kata DR. Anne Kusmayati selaku Kabalitbang Kemenhan.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Kepala Dinas Operasi Letkol Lek Imam Bintoro mewakili Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Tyas Nur Adi, Ir. Budi Harja Raden (Ses balitbang) dan Bpk. Abdullah Sami (Kapuslibang Alpalhan). Acara tersebut diikuti pula para instruktur dan siswa yang sedang melaksanakan pendidikan di Lanud Sulaiman dengan kejuruan teknik radar.

(TNI AU)

Harris to Deliver Carriage & Release Systems for KAI KF-X

18 November 2017

BRU-57 smart rack (photo : Harris)

Harris was selected by Korea Aerospace Industries (KAI) to provide carriage and release systems (proven, reliable single- and twin-store carriers) for the next-generation Korea Fighter-Experimental (KF-X) programme.

The KAI KF-X jet is a programme to develop an advanced multirole fighter for the Republic of Korea Air Force. "The KF-X aircraft represents a new strategic customer and fighter development platform for Harris in the Asian market," Ed Zoiss, President, Harris Electronic Systems, explained. "This selection reaffirms Harris’ position as the supplier of choice worldwide for proven, leading edge carriage and release solutions."

The BRU-47 single store carrier, known for its reliability and ease of maintenance, also reduces the time needed for loading stores using Harris’ patented sway-brace technology – which minimizes rack sway due to aircraft maneuvers and munition release. The BRU-46/A and BRU-47/A offer users significant benefits, including shorter store loading times and greatly reduced maintenance. As a result, users are able to rapidly rearm aircraft while reducing dependency on the logistics infrastructure. This is especially significant during high sortie rate missions. Harris patented swaybrace technology facilitates the loading of stores in blind or difficult access situations while eliminating the need to tighten individual screw jacks to precise torque values. Another patented feature is the hot gas filtration system that permits dozens of dirty pyrotechnic cartridge firings without having to clean any bomb rack components.The BRU-46/A and BRU-47/A are used on the United States Air Force (USAF) F-15E EAGLE and the F/A-22 RAPTOR. Additionally, the BRU-46/A (as part of the BRU-57 Smart Rack, see below) is employed on the F-16 FALCON. The BRU-46/A and BRU-47/A have earned an excellent reputation among operators and maintainers as a reliable, easily maintained state-of-the-art bomb rack unit.

BRU-47 single store carrier (photo : Harris)

The BRU-57 is a smart-weapon-enabled, twin store carrier that doubles the payload capacity of aircraft without modifying any hardware – providing for a wide array of payload configurations. The BRU-55/A smart rack doubles the number of MIL-STD-1760 smart weapons that can be carried on tactical strike aircraft, such as the F/A-18 C-F. This is accomplished with no modification to aircraft wiring. The electronic control assembly installed within the nose and tail fairings of the F/A-18’s Canted Vertical Ejector Rack (CVER) provides a class II 1760 interface to the aircraft and one 1760 class II interface to each of the two weapons carried on the CVER. Digital communications to the weapons on the BRU-55/A are passively coupled to the aircraft MIL-STD-1553 data bus thereby minimising updates to the aircraft Operational Flight Program (OFP).

(Mpnch)

17 November 2017

TNI AL Berhasil Uji Coba Senjata Strategis Rudal C-705 dan Torpedo SUT

17 November 2017


Penembakan rudal C-705 dari kapal cepat rudal kelas terkecil milik TNI AL (KCR-40) KRI Kujang 642 berhasil mengenai sasaran dengan sukses (all photos : TNI AL)

KBRN, Tanjungpinang : TNI Angkatan Laut berhasil melaksanakan uji coba penembakan senjata-senjata strategis yaitu penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT di Perairan Laut Bali,  Jumat, (17/11/2017)

Penembakan Rudal C-705 berhasil diluncurkan dari KRI Kujang-642  Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar) dengan berhasil  mengenai tepat pada sasaran Ex KRI Karimata-960. Dilanjutkan dengan penembakan Torpedo SUT dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim, dimana tembakan kedua tersebut berhasil menenggelamkan sasaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali.

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P)  I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si. yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.



Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P.,  dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar,  Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520. 

Selanjutnya Kasal Laksmana Ade Supandi, S. E., M. A. P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dal Satgas atas keberhasilannya dalam melaksanakan Ujicoba tersebut.  "Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT,  agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas" ujar Kasal dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut. 

Selain dalam rangka menguji kehandalan dan daya hancur kedua senjata tersebut juga menguji kemampuan integrasi peralatan sensor dan sistem kendali senjata yang baru CMS MSI-90U MK Kongsberg.  selain itu,  tujuan dari uji coba ini adalah terpeliharanya kemampuan tempur prajurit TNI AL serta meningkatkan profesionalisme prajurit KRI dalam melaksanakan tugas sebagai pengawak alutsista TNI Angkatan Laut.



Sebelum penembakan,  Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control sistem yang terdapat di KRI Nanggala-402, KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.

Rudal C-705 serta Torpedo SUT merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan dan sasaran di daratan.  Sementara Torpedo SUT punya kemampuan untuk menghancurkan sasaran kapal permukaan maupun sasaran Kapal Selam. 

Hadir dalam ujicoba penembakan tersebut, para Pejabat TNI Angkatan Laut  diantaranya Kadislaikmatal, Kadisadal,  Kadissenlekal,  Irops Itjenal,  Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

(RRI)

PCG Receives 3 High Speed Boats from Japan

17 November 2017


Three high speed from Japan (photo : Update)

The Philippine Coast Guard (PCG) today, November 16 received the three of the ten high speed Rigid Hull Inflatable Boats (RHIB) donated by the Japanese government through Japan International Cooperation (JICA).

The donated RHIBs from Japan were showcased during the last day of the nine-day Rubber Boast Operation Training as part of the 15th Maritime Law Enforcement Exercise held at the PCG Headquarters also conducted today.

PCG said the RHIBs are part of the JPY 600 million Non-Project Grant Aid (NPGA) for the PCG from the Japanese government’s Economic and Social Development Program.

“This project is one of the four (4) other equipment granted to the PCG. Among others were a 14-person capacity 15-meter boat, two (2) 10-12 meter boat and a portable X-ray detector,” PCG added.

“The said NPGA is a result of President Duterte’s request to Ambassador Ishikawa during his courtesy call last July 2016 in the Philippines,” it added.

(Update)

Angkatan Laut Bangun Pangkalan di Manokwari Selatan

17 November 2017


Momiwaren, Manokwari Selatan, Papua (image : GoogleMaps)

Ransiki, (Antara)-Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) akan membangun pangkalan di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Wakil Bupati Manokwari Selatan Wempi Rengkung di Ransiki Manokwari Selatan, Selasa, mengatakan, sejak sah terbentuk menjadi daerah otonomi baru, pembangunan perangkat daerah dan vertikal gencar dilakukan di Manokwari Selatan.

Menurutnya, kahadiran TNI, Polri dan perangkat dari berbagai instansi pemerintahan yang lain diharapkan untuk mendukung keamanan dan upaya percepatan pembangunan daerah.

Terkait pembangunan pangkalan TNI-AL, lanjut Wempi, bulan lalu pihaknya telah menerima Liaison Officer (LO) atau perwira penghubung dari Lantamal XIV Sorong.

"Kita sudah bertemu dan berbicara panjang lebar. Rencananya, pangkalan akan dibangun di Momiwaren," kata Rengkung.

Perairan Manokwari Selatan, kata dia, akan menjadi salah satu wilayah pertahanan laut di Indonesia bagian timur. Pemerintah daerah siap mendukung rencana tersebut.

Mengawali program rencana tersebut, pemerintah daerah menfasilitasi gedung sebagai kantor LO di Oransbari. Dalam waktu dekat Komandan Lantamal XIV akan berkunjung ke daerah ini.

"Pada tahap awal ini, akan ada beberapa kapal pengintai yang ditempatkan di wilayah perairan kita. Juga ada 200 personil yang akan ditempatkan di sini," ujarnya lagi.

Dia menambahkan, selain menyiapkan lahan, pemerintah daerah juga siap mendukung dana operasional bagi.

"Rindam Kasuari sementara dibangun, SPN (Sekolah Polisi Negara) pun sedikit lagi dan sekarang angkatan laut masuk. Lengkap sudah, Manokwari Selatan siap berkembang," katanya lagi.

(Antara)

TNI AU Bangun Satuan Radar Baru di Sumba

17 November 2017

Satuan radar baru akan dibangun di Kahale, Sumba Barat Daya (photo : ThalesRaytheon)

Kupang, NTT (ANTARA News) - Komandan Pangkalan Udara TNI AU El Tari, Kolonel Penerbang Ronny I Moningka, mengatakan, TNI AU akan membangun satuan radar baru di Kahale, Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, untuk mendukung pengamanan wilayah udara di NTT.

NTT merupakan provinsi paling selatan di Indonesia, yang berbatasan dengan Laut Timor, Samudera Hindia, dan Australia.

"Di Kahale sedang dibangun satuan radar baru, sudah ada lahan yang disiapkan pemerintah daerah setempat dan sudah dilakukan pemagaran," kata Moningka, di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan, untuk saat ini satu-satunya satuan radar yang aktif beroperasi memantau wilayah udara di provinsi setempat yakni Satuan Radar 226 yang beroperasi Buraen, Kabupaten Kupang, Pulau Timor.

Namun, kata dia, satuan radar tersebut baru mengcover sebagian wilayah udara provinsi yang berbatasan langsung laut dan darat dengan negara Timor Timur dan batas laut dengan Australia itu.

"Radar di Buraen ini untuk menjaga ancaman yang masuk dari wilayah selatan, dan sudah diintegrasikan dengan radar Bandara El Tari dan bandara lainnya di NTT," katanya. 

Sementara itu, lanjut, radar baru yang ditempatkan di Sumba Barat Daya akan mampu meliputi semua wilayah udara NTT.

Moningka mengapesiasi dukungan pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk penyelesaian masalah lahan pembangunan radar baru dan sekarang sudah dilakukan pemagaran untuk mengamankan aset tersebut.

"Kemungkinan dua tahun ke depan radar sudah ditempatkaan di daerah itu sehingga seluruh wilayah udara NTT nantinya akan terpantau semuanya oleh radar pertahanan udara TNI AU," katanya.

Ia menambahkan, kehadiran radar baru tersebut nantinya membuat pengawasan wilayah udara termasuk pemantauan aktivitas penerbangan yang menghubungkan 14 bandara aktif di NTT lebih maksimal.

"Sehingga peran TNI-AU untuk operasi militer perang maupun operasi militer selain perang juga akan lebih maksimal dalam menjaga keamanan udara," katanya.

(Antara)